 |
| sumber:google |
Riau merupakan negeri
pusat perkembangannya budaya dan sastra melayu. Dari negeri inilah berkembang
bahasa melayu Riau yang merupakan pokok dari bahasa-bahasa negeri-negeri di
Nusantara. Seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan negeri-negeri
lainnya. Perkembangan bahasa dan sastra melayu mencapai puncak kejayaannya pada
masa kerajaan Riau-Lingga yang diangkat dan dikembangkan oleh Raja Ali Haji di
Pulau Penyengat. Dari Pulau Penyengat lah bahasa melayu itu menjadi gemilang di negeri Nusantara. Bahasa melayu Riau ada sejak dahulu kala, perkembangannya semakin
cemerlang mana kala dibukanya ada banyaknya bandar-bandar baru di negeri ini
seiring berkembangnya kerajaan-kerajaan melayu yang terdapat di negeri ini.
Seperti Kerajaan Siak, Kerajaan Pekan Tua, Kerajaan Pelalawan, Kerjaan
Indragiri, Kerajaan Kandis, Kerajaan Rokan, Kerjaan Kampar, Gunung Sahilan,
Kuntu Darussalam, dan lain-lain. Pada hakikatnya,
pengucapan Bahasa Melayu Riau sama dengan bahasa Indonesia sekarang.
Contoh bahasa yang sering di ucapkan oleh banyak orang di daerah saya
Dewi : Res, engkau nak kemane?
Resti : Ai, tak ade!
Resti : Dew, engkau lagi ape?
Dewi : Tak ade, Res!
Pengucapan kata tak ade sudah sering terdengar. Mereka menjawab tak ade padahal mereka akan pergi ke suatu tempat atau akan melakukan sesuatu. Mereka menjawab seperti itu karena tidak ingin menimbulkan pertanyaan yang terlalu panjang karena dapat menghambat pekerjaan yang akan mereka lakukan atau dapat membuang waktu orang yang di tanya.
0 komentar:
Posting Komentar