ADAT
ISTIADAT MELAYU DI KEPULAUAN RIAU
Adat Istiadat adalah
kebiasaan yang di terapkan atau di lakukan dalam kehidupan secara
turun-temurun.
Adat
Istiadat Melayu Di Kepulauan Riau
Kebiasaan yang diterapkan
oleh orang melayu yang tinggal di provinsi Kepri namun tidak hanya orang yang
bersuku melayu namun orang yang bukan suku melayu tetapi yang tinggal di Kepri yang ikut juga
mengerjakan atau melaksanakan adat istiadat melayu di Kepri secara
turun-temurun.
Adat istidat melayu mencakup
banyak hal tetapi yang akan di bahas adalah:
Kebiasaan,
Berpakaian,dan
Berbahasa.
Berpakaian,dan
Berbahasa.
Pembahasan:
1. Kebiasaan
Kebiasaan
adalah kelakuan yang biasa atau sering di lakukan yang sudah menyatu dalam
kehidupan sehari-hari masyarakat melayu di Kepri. Salah satu kebiasaan yang
dahulu sering di lakukan oleh orang melayu adalah berkapur sirih . Dahulu
kebiasaan ini sering di lakukan. Berkapur sirih ialah tradisi memakan daun sirih
yang di ramu dengan kapur dan pinang. Kebiasaan ini tidak di lupakan namun
sudah sedikit tersingkirkan.
2. Berpakaian
Berpakaian
mencakup cara berpakaiannya saja. Orang melayu di Kepri yang dominanya beragama
islam jadi memakai pakaian yangb sesuai dengan syariat islam yaitu tertutup
tidak menampakkan aurat. Contoh pakaian melayu di Kepri yaitu untuk pria adalah
baju kurung berlengan panjang yang berkerah tegak yang dikenal dengan kerah
cekak musang yang menjadi ciri khas baju melayu yang di kenakan oleh pria ialah
memakai kain songket dan memakai songkok. Sedangkan bagi perempuan adalah baju
kurung berbentuk gaun panjang longgar, yang terdiri dari rok dan blus. Biasanya
bagian rok terbuat dari kain panjang berbahan songket, sarung atau batik dengan
lipatan di satu sisi.
3. Berbahasa
Cara
berbahasa orang melayu memakai bahasa yang sopan dan santun. Contoh bahasa
melayu saat ini yaitu:
Contoh bahasa yang sering di ucapkan oleh banyak orang
di daerah saya
Dewi : Res, engkau
nak kemane?
Resti : Ai, tak
ade!
Resti : Dew, engkau
lagi ape?
Dewi : Tak ade,
Res!
Pengucapan kata tak ade sudah
sering terdengar. Mereka menjawab tak ade padahal
mereka akan pergi ke suatu tempat atau akan melakukan sesuatu. Mereka menjawab
seperti itu karena tidak ingin menimbulkan pertanyaan yang terlalu panjang
karena dapat menghambat pekerjaan yang akan mereka lakukan atau dapat membuang
waktu orang yang di tanya.
Jadi, teman-teman sekalian janganlah kita melupakan adat istiadat kita saat
ini apapun suku dan agama kita tetapi kita di ajarkan satu hal yang sama yaitu
patuh terhadap adat istiadat kita. Kita tetap harus menjaga atau mengikuti adat
istiadat kita.
SEKIAN DAN
TERIMAKSIH...






0 komentar:
Posting Komentar