Minggu, 05 April 2015

Pengetahuan yang singkat

ADAT ISTIADAT MELAYU DI KEPULAUAN RIAU


Adat Istiadat adalah kebiasaan yang di terapkan atau di lakukan dalam kehidupan secara turun-temurun.

Adat Istiadat Melayu Di Kepulauan Riau

Kebiasaan yang diterapkan oleh orang melayu yang tinggal di provinsi Kepri namun tidak hanya orang yang bersuku melayu namun orang yang bukan suku melayu tetapi  yang tinggal di Kepri yang ikut juga mengerjakan atau melaksanakan adat istiadat melayu di Kepri secara turun-temurun.

Adat istidat melayu mencakup banyak hal tetapi yang akan di bahas adalah:

Kebiasaan,
Berpakaian,dan
Berbahasa.

Pembahasan:

1.  Kebiasaan

Kebiasaan adalah kelakuan yang biasa atau sering di lakukan yang sudah menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melayu di Kepri. Salah satu kebiasaan yang dahulu sering di lakukan oleh orang melayu adalah berkapur sirih . Dahulu kebiasaan ini sering di lakukan. Berkapur sirih ialah tradisi memakan daun sirih yang di ramu dengan kapur dan pinang. Kebiasaan ini tidak di lupakan namun sudah sedikit tersingkirkan.

2. Berpakaian

Berpakaian mencakup cara berpakaiannya saja. Orang melayu di Kepri yang dominanya beragama islam jadi memakai pakaian yangb sesuai dengan syariat islam yaitu tertutup tidak menampakkan aurat. Contoh pakaian melayu di Kepri yaitu untuk pria adalah baju kurung berlengan panjang yang berkerah tegak yang dikenal dengan kerah cekak musang yang menjadi ciri khas baju melayu yang di kenakan oleh pria ialah memakai kain songket dan memakai songkok. Sedangkan bagi perempuan adalah baju kurung berbentuk gaun panjang longgar, yang terdiri dari rok dan blus. Biasanya bagian rok terbuat dari kain panjang berbahan songket, sarung atau batik dengan lipatan di satu sisi.
3. Berbahasa

Cara berbahasa orang melayu memakai bahasa yang sopan dan santun. Contoh bahasa melayu saat ini yaitu:
Contoh bahasa yang sering di ucapkan oleh banyak orang di daerah saya
Dewi : Res, engkau nak kemane?
Resti : Ai, tak ade!

Resti : Dew, engkau lagi ape?
Dewi : Tak ade, Res!

       Pengucapan kata tak ade sudah sering terdengar. Mereka menjawab tak ade padahal mereka akan pergi ke suatu tempat atau akan melakukan sesuatu. Mereka menjawab seperti itu karena tidak ingin menimbulkan pertanyaan yang terlalu panjang karena dapat menghambat pekerjaan yang akan mereka lakukan atau dapat membuang waktu orang yang di tanya.

Jadi, teman-teman sekalian janganlah kita melupakan adat istiadat kita saat ini apapun suku dan agama kita tetapi kita di ajarkan satu hal yang sama yaitu patuh terhadap adat istiadat kita. Kita tetap harus menjaga atau mengikuti adat istiadat kita.

SEKIAN DAN TERIMAKSIH...



0 komentar:

Posting Komentar